Assalamualaikum Wr. Wb
Puji dan syukur mari kita panjatkan kehadirat Tuhan YME karena dengan seijinnya lah, kami h4iteam dapaat memeriahkan blog ini.

Minggu, 05 September 2010

PENANGANAN GEPENG HARUS TERPADU DAN BERKESINAMBUNGAN

Jakarta, 15/7/2010 (Kominfo-Newsroom) Masalah gelandangan danpengemis (gepeng) merupakan masalah yang multi dimensi, sehinggapenanganannya perlu melalui kerjasama dengan berbagai pihakterkait, baik pemerintah, masyarakat, maupun tingkat pusat dandaerah secara komprehensif, terpadu, terarah dan berkesinambungan.
Keterpaduan lintas sektor perlu dilakukan secara bersama-samayang dilandasi adanya kesepakatan, kesepahaman, dan keselarasanlangkah kegiatan agar terwujud dalam pelayanan dan rehabilitasisosial gepeng dengan hasil yang optimal.
Kurang optimal dan kurang sinkronnya kerjasama terpadu inimengakibatkan penanganan sering tidak terarah dan tidakberkesinambungan, kata Direktur Pelayanan dan Rehabilitasi SosialTuna Sosial Kemsos, Drs. Tunggul Sianipar, saat ditemui di Jakarta,Kamis (15/7).
Demikian pula dengan kurangnya kesadaran masyarakat denganmemberikan sedekah di jalanan mengakibatkan para pengemis sangatsenang dengan profesinya. Mengingat penghasilan dengan mengemis dijalan sangat cukup tanpa mengeluarkan tenaga dan keringat, akanmenjadikan mereka tetap betah dan tetap berada di jalanan untukmengemis.
Ia mengungkapkan, dalam rangka menghadapi bulan Ramadhan, gepengmempunyai dua klasifikasi yaitu gepeng murni (ada setiap saat) dangepeng musiman (muncul saat-saat tertentu, seperti bulan Ramadhanatau Hari Raya/hari-hari besar).
Peran Kementerian Sosial untuk menangani gepeng pada bulanRamadhan saat ini adalah meningkatkan kerjasama/koordinasi denganDinas Sosial di daerah (Provinsi/Kab/Kota).
Pada saat melaksanakan penertiban/razia gepeng di daerah, DinasSosial bekerjasama dengan Satpol PP, dan Pemda setempat. Dari hasilpenertiban, khususnya di wilayah DKI Jakarta, mereka kemudianditampung di Panti Sosial Bina Karya Kedoya Jakarta Barat untukdiseleksi.
Setelah diseleksi, sesuai dengan permasalahannya, mereka dirujukke Panti Sosial Bina Karya, Panti Sosial Karya Wanita, Panti SosialBina Remaja dan Panti Sosial Anak, untuk selanjutnya akanmendapatkan pelayanan dan rehabilitasi sosial. Sedangkan gepengmusiman akan dipulangkan ke tempat asal dengan bekerjasama denganpihak Kepolisian.
Usaha Kemsos dalam menangani gepeng diantaranya adalahmeningkatkan koordinasi intra dan inter sektoral, antara berbagaiinstansi pemerintah terkait di pusat dan daerah, Orsos dan DuniaUsaha.
Selain itu, juga meningkatkan dan memperkuat peran masyarakatdalam penyelenggaraan kegiatan pelayanan dan rehabilitasi sosialdengan melibatkan seluruh unsur dan komponen masyarakat, duniausaha, atas dasar swadaya dan kesetiakawanan sosial.
Termasuk meningkatkan dan memperluas jangkaun dan pemetaanpelayanan dan rehabilitasi sosial, sehingga dapat menjangkausegenap kelompok sasaran diberbagai tingkatan wilayah, sertameningkatkan upaya pencegahan secara terpadu antar instansi danmasyarakat pada basis sumber asal tumbuhnya permasalahan sosial didaerah rawan.
Solusi yang dilakukan Kemsos baik pada bulan Ramadhan maupunkondisi sehari-hari dalam pelaksanaan penertiban, serta pelayanandan rehabilitasi sosial, berkoordinasi dengan instansi terkaitseperti Kemkes, Kemnakertrans, Kemperindag, Kemdagri, Mabes Polri,Kementerian Koperasi & UKM, Kantor Menko Kesra, Orsos/LSM danYayasan.
Selain itu, juga tetap melaksanakan upaya-upaya diantaranyapreventif; mencegah timbulnya/peningkatan populasi Gepeng, melluipenyuluhan, bimbingan sosial, pembinaan sosial, bantuan sosial,perluasan kesempatan kerja, pemukiman lokal, peningkatan derajatkesehatan. (T. Gs/toeb)
Jakarta, 15/7/2010 (Kominfo-Newsroom) Masalah gelandangan danpengemis (gepeng) merupakan masalah yang multi dimensi, sehinggapenanganannya perlu melalui kerjasama dengan berbagai pihakterkait, baik pemerintah, masyarakat, maupun tingkat pusat dandaerah secara komprehensif, terpadu, terarah dan berkesinambungan.
Keterpaduan lintas sektor perlu dilakukan secara bersama-samayang dilandasi adanya kesepakatan, kesepahaman, dan keselarasanlangkah kegiatan agar terwujud dalam pelayanan dan rehabilitasisosial gepeng dengan hasil yang optimal.
Kurang optimal dan kurang sinkronnya kerjasama terpadu inimengakibatkan penanganan sering tidak terarah dan tidakberkesinambungan, kata Direktur Pelayanan dan Rehabilitasi SosialTuna Sosial Kemsos, Drs. Tunggul Sianipar, saat ditemui di Jakarta,Kamis (15/7).
Demikian pula dengan kurangnya kesadaran masyarakat denganmemberikan sedekah di jalanan mengakibatkan para pengemis sangatsenang dengan profesinya. Mengingat penghasilan dengan mengemis dijalan sangat cukup tanpa mengeluarkan tenaga dan keringat, akanmenjadikan mereka tetap betah dan tetap berada di jalanan untukmengemis.
Ia mengungkapkan, dalam rangka menghadapi bulan Ramadhan, gepengmempunyai dua klasifikasi yaitu gepeng murni (ada setiap saat) dangepeng musiman (muncul saat-saat tertentu, seperti bulan Ramadhanatau Hari Raya/hari-hari besar).
Peran Kementerian Sosial untuk menangani gepeng pada bulanRamadhan saat ini adalah meningkatkan kerjasama/koordinasi denganDinas Sosial di daerah (Provinsi/Kab/Kota).
Pada saat melaksanakan penertiban/razia gepeng di daerah, DinasSosial bekerjasama dengan Satpol PP, dan Pemda setempat. Dari hasilpenertiban, khususnya di wilayah DKI Jakarta, mereka kemudianditampung di Panti Sosial Bina Karya Kedoya Jakarta Barat untukdiseleksi.
Setelah diseleksi, sesuai dengan permasalahannya, mereka dirujukke Panti Sosial Bina Karya, Panti Sosial Karya Wanita, Panti SosialBina Remaja dan Panti Sosial Anak, untuk selanjutnya akanmendapatkan pelayanan dan rehabilitasi sosial. Sedangkan gepengmusiman akan dipulangkan ke tempat asal dengan bekerjasama denganpihak Kepolisian.
Usaha Kemsos dalam menangani gepeng diantaranya adalahmeningkatkan koordinasi intra dan inter sektoral, antara berbagaiinstansi pemerintah terkait di pusat dan daerah, Orsos dan DuniaUsaha.
Selain itu, juga meningkatkan dan memperkuat peran masyarakatdalam penyelenggaraan kegiatan pelayanan dan rehabilitasi sosialdengan melibatkan seluruh unsur dan komponen masyarakat, duniausaha, atas dasar swadaya dan kesetiakawanan sosial.
Termasuk meningkatkan dan memperluas jangkaun dan pemetaanpelayanan dan rehabilitasi sosial, sehingga dapat menjangkausegenap kelompok sasaran diberbagai tingkatan wilayah, sertameningkatkan upaya pencegahan secara terpadu antar instansi danmasyarakat pada basis sumber asal tumbuhnya permasalahan sosial didaerah rawan.
Solusi yang dilakukan Kemsos baik pada bulan Ramadhan maupunkondisi sehari-hari dalam pelaksanaan penertiban, serta pelayanandan rehabilitasi sosial, berkoordinasi dengan instansi terkaitseperti Kemkes, Kemnakertrans, Kemperindag, Kemdagri, Mabes Polri,Kementerian Koperasi & UKM, Kantor Menko Kesra, Orsos/LSM danYayasan.
Selain itu, juga tetap melaksanakan upaya-upaya diantaranyapreventif; mencegah timbulnya/peningkatan populasi Gepeng, melluipenyuluhan, bimbingan sosial, pembinaan sosial, bantuan sosial,perluasan kesempatan kerja, pemukiman lokal, peningkatan derajatkesehatan. (T. Gs/toeb)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar